Biaya sewa mal akan naik rata-rata 9 persen karena kenaikan TDL,” ujar Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stephanus Ridwan, Selasa (20/7).

Hal ini senada dengan hitungan Kepala Riset Jones Lang LaSalle Anton Sitorus yang menunjukkan tidak adanya tren penurunan tarif sewa mal pada semester kedua tahun ini. Pasalnya, sepanjang tahun lalu hingga kuartal pertama, tarif sewa mal sudah mengalami tren penurunan hingga 10 persen. Nah, pada kuartal kedua tahun ini, tarif sewa mal sudah mulai terkerek mumbul.

Selain tarif sewa yang naik, para peritel kemungkinan juga akan mengubah fix rate-nya. Misalnya, saat ini peritel menetapkan fix rate sewa sebesar US$ 8.000, maka angka tersebut akan naik menjadi US$ 9.000.

Selain tarif sewa mal naik, tarif service charge juga akan ikut naik. Hanya, kenaikan tarif service charge setiap mal berbeda. Stephanus menghitung, kenaikan tarif service charge antara 12 persen dan 20 persen. (Fitri Nur Arifenie/KONTAN)

Biaya sewa mal akan naik rata-rata 9 persen karena kenaikan TDL.